OPD dan OMS Hadiri Pertemuan Diseminasi Madani, Diskusikan Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif

OPD dan OMS Hadiri Pertemuan Diseminasi Madani, Diskusikan Tata Kelola Pemerintahan Kolaboratif

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) bertemu di Aula Wiradadaha, Bappeda Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (9/9/2020). Pertemuan dalam acara Diseminasi Madani itu mendiskusikan tata kelola pemerintahan kolaboratif.

Ridwan, Koordinator Madani Kabupaten Tasikmalaya, mengemukakan bahwa pertemuan tersebut adalah yang pertama. Tujuannya untuk memotret sejauh mana jalinan kolaborasi antara pemerintah dengan OMS dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah.

“Sejatinya, berdasarakan rencana semuala, pertemuan ini mestinya terselenggara beberapa bulan lalu. Tetapi pandemi Covid-19 memaksa semua berubah. Kami harus kembali ke rumah, WFH,” terang Ridwan.

Di samping perubahan waktu penyelenggaraan, lanjut Ridwan, Covid-19 juga memaksa pihaknya melakukan pembatasan-pembatasan. Antara lain dari jumlah peserta pertemuan. Semula Madani merancang pertemuan besar, dengan ratusan peserta, tetapi kemudian hanya terealisasi di bawah 50 orang saja.

Madani sendiri akan bergerak di Kabupaten Tasikmalaya selama lebih-kurang tiga tahun ke depan; serta menggandeng Pergerakan Relawan Kemanusiaan dan Lingkungan Indonesia (PRKI) sebagai mitra. Harapannya, Madani dapat memberi dampak penguatan pemerintahan daerah, sekaligus juga OMS di sekitarnya. Sehingga terwujudnya pemerintahan kolaboratif.

Di lain pihak, Sekretaris Bappeda Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Selamet begitu mengapresiasi pertemuan yang melibatkan banyak OMS tersebut. Ia menilai bahwa pertemuan tersebut sebagai suatu forum yang berkualitas.

“Forum ini bagus. Biar dalam perencanaan di masyarakat, terutama perencanaan pembangunan kita, semua orang merasa ikut terlibat, merasa bertanggung jawab, dan menikmati hasil dari perencanaan itu. Saya bukan hanya sangat setuju, tetapi juga ingin proses ini terus berlanjut. Karena kita juga ingin mereduksi setiap masalah itu dengan berbagai pihak, berbagai organisasi,” Aam memaparkan.

Sementara Ketua PRKI, Lutfhi Hizba Rusydia menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang turut hadir pada pertemuan tersebut. Paling tidak, dengan keterlibatan OMS dalam peyusunan sebuah perencanaan, dapat memutus misskomunikasi dengan pemerintah daerah.

“Ini harus diapresiasi. Karena di Kabupaten Tasikmalaya sendiri sedang terjadi krisis kepercayaan dari NGO atau OMS terhadap pemerintah. Makanya, salah satu tujuan acara ini melakukan kolaborasi membangun Kabupaten Tasikmalaya melibatkan masyarakat di tingkat terendah,” ujar Lutfhi.

Ke depan, Luthfi menambahkan, pihaknya bersama Madani akan kembali mengumpulkan OMS, terutama yang hadir pada kesempatan tersebut, untuk menciptakan simpul belajar. Di sana lah OMS akan bersama belajar cara berkolaborasi mengawal—bahkan mungkin saja terlibat dalam—perencanaan pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya.

“Jadi peran kita itu terlihat. Kita bukan hanya mengkritisi, tetapi juga memberikan solusi,” Luthfi menandaskan.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

2 × four =